BUKAN NARASI BIRU KUNING (BAB 2) MAHASISWI BARU



BAB 2
MAHASISWI BARU
Hari ini jadwal ku untuk registrasi ke kampus setelah pengumuman diterima nya dari jalur undangan SPAN PTKIN. Sekolah SMA ku tahun ini ada enam belas orang yang di terima melalui jalur SPAN PTKIN dan satu orang di jalur SMNPTN. Namun, dari enam belas orang tersebut, hanya enam orang yang di lanjutkan hingga proses masuk awal kuliah. Aku pergi bersama  lima orang teman ku; Zihra yang lulus di jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Dede di jurusan Hukum Tata Negara, Dhea di jurusan Hukum Keluarga, Yasri di jurusan Bahasa dan Sastra Arab, dan terakhir Dadan yang satu jurusan dengan ku Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Aku merasa aneh ketika harus menerima jurusan yang ku pilih, karena sebenarnya itu sangat jauh dari latar belakang ku. Walaupun sebenarnya Mamah termasuk orang yang mengerti akan agama dari keluarga nya di kampung halaman. Bahkan berulang kali aku di beritahu bahwa aku merupakan cucu pertama dari keluarga Papah yang mau belajar ngaji di pondok pesantren. Dan akhirnya semua keluarga besar Papah selalu mengandalkan ku untuk sukses dari latar belakang pesantren. Dan mereka mendukung seratus persen jurusan yang di terima untuk ku di kampus ini.
Dan apa boleh buat?
Aku hanya berusaha semaksimal mungkin yang aku bisa untuk bertahan dan berjuang dengan jurusan yang akan aku emban ini. Semoga kakak senior jurusan ku bisa ramah dan bisa terbuka untuk sharing mengenai mata kuliah yang menurut ku susah suatu saat nanti jika aku merasa kesulitan. Itu lah harapan ku walaupun aku belum mengetahui seperti apa senior-senior ku nanti, hehehe
Dan setelah mondar-mandir mengurusi registrasi, kartu tanda mahasiswa dan sebagai nya kami kembali ke rumah masing-masing. Dan menunggu kurang lebih sebulan untuk bersiap-siap ke pondok pesantren baru ku di Serang. Entah lah mengapa Mamah sangat menginginkan aku kembali ke pesantren walaupun sudah kuliah. Sedang kan Pandu lebih di bebaskan. Sungguh tak adil menurut ku.
Satu bulan sudah, hari ini aku akan ke Pondok Pesantren Raudhotul Qoni’in di Cipare Gede, Kota Serang. Sungguh nama yang hampir mirip dengan pesantren ku waktu SMA; Raudhatut Tuhid. Hanya beda nya jauh lebih bebas dari sebelumnya karena mayoritas semua santri nya adalah mahasiswa, baik dari IAIN SMH Banten, UNBAJA, UPI, IAIB, dan yang lainnya.
Aku dan Zihra memilih pesantren ini karena sebelumnya sudah ada kakak kelas kami disini; Kak Shella, Kak Zizah, Kak Ai, Kak Lelih. Sedang kan Yasri, Dhea, Dede, dan Dadan memilih di Pondok Pesantren At-Thohiriyah yang disana juga ada kakak kelas kami; Kak Ridwan.
Dari hari minggu, aku dan Zihra sudah ada di pondok. Kamar kami pun satu kamar dengan Kak Shella dan Kak Zizah di atas paling depan dari rumah Abah. Kami berdua lebih awal karena untuk mempersiapkan OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) pada tanggal 18 Agustus 2016 nanti. Dan untung nya, sebelum OPAK kampus mengadakan Pra OPAK terlebih dahulu untuk mengetahui kelompoknya masing-masing. Alhasil, aku mendapatkan kelompok 53 dan di mentori oleh Kak Syahroni yang merupakan ketua umum UKM LDK (Lembaga Dakwah Kampus).
Saat Pra OPAK aku sempat berkenalan dengan seseorang yang satu jurusan dengan ku; Myrandia Virranza. Dan aku harap bisa satu kelas dengan nya  nanti.
Ku lihat kembali catatan OPAK ku untuk nanti; baju hitam-putih, buah, permen, nametag, pita biru, roti, air putih, alat sholat. Sudah lengkap semua nya! Dan terakhir tinggal menunggu hari-H untuk melewati masa OPAK 2016.
Waktu ternyata berputar begitu dengan cepat, hari ini tepat usai hari kemerdekaan Negara Indonesia, aku harus melalui masa orientasi di kampus selama tiga hari. Sekitar ada 2251 mahasiswa baru tahun akademik 2016. Aku dan seluruh mahasiswa baru hanya mengikuti materi yang disampaikan dari mulai rektorat, perkenalan masing-masing fakultas, dan perkenalan masing-masing dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Dan setelah perkenalan itu, aku sedikit tertarik pada UKM SiGMA karena tujuan ku ingin melatih bakat menulis ku. Teman kelompok ku; Dillah sempat mengajak ku untuk mengikuti UKM PRIMA namun, entah mengapa tak begitu tertarik kerena aku tak ahli dalam bidang riset penilitian. Tapi, daripada memikirkan hal seperti itu lebih baik tidak ikut apa-apa, bukan berarti tidak mau aktif untuk mengembangkan bakat. Tetapi aku rasa belum saatnya. Aku juga belum bisa mengatur waktu dengan baik.
Dan akhirnya, selama tiga hari sudah aku menjalani masa orientasi di kampus. Dan malam ini aku sedang menyiapkan diri untuk hari pertama kuliah ku. Setelah melihat pembagian kelas pada hari sebelumnya, aku di tempatkan di kelas IAT-A. Semoga orang-orang didalamnya bisa diajak untuk bersama-sama dalam setiap keadaan apa pun.
Pagi ini aku, Zihra dan Nur sudah tiba di kampus tepatnya di depan FUDA (Fakultas Ushuluddin Dakwah dan Adab) untung saja, aku sudah lebih dulu janjian dengan Myra, dan ternyata Myra juga satu kelas dengan ku. Dari kejauhan sosok perempuan memakai gamis hitam dengan berkerudung putih menghampiri kami.
“Kamu, Callysta yah yang tadi di Grup Relawan Mahasiswa Baru?” tanya nya.
“Iya, kamu Elvina?” tanya ku  memastikan.
“Nama ku Elvina Nadira. Kamu?”
“Aku Callysta Putri Adelina, kalo gitu kita cari kelas dulu yuk!” ajak ku.
“Ayuk..”
“Lys, kamu mau kemana?” tanya Myra.
“Eh iya Elvina, ini Myra. Kita bertiga juga sekelas nantinya..” ucap ku memperkenalkan Myra
“Hai, aku Myrandia Virranza..”
“Aku Elvina Nadira..”
“Ya sudah, kita cari dulu ruang kuliah kita..” ucap ku lagi.
“Tapi mau cari kemana?” tanya Elvina.
“Coba ke ruang akademik fakultas aja!” usul Myra.
“Setuju! Ide bagus!” seru ku.
Aku, Elvina dan Myra segera menuju ke ruang akademik FUDA. Disana ada sebuah papan pengumuman yang memberitahukan tentang ruang kelas perjurusan. Dan disebuah kertas tertulis bahwa kelas IAT-A menempati ruang 09 di ruangan yang di hadapannya ada sebuah taman. Dan para mahasiswa lama biasanya menyebutnya taman FUDA.
“Oke, sekarang kita sudah tau ruangan kita. Kita langsung keruangan itu aja. Hayuu!” ajak ku.
“Berangkaatt..” seru Myra dan Elvina.
Sesampainya di kelas kita segera menempati bangku di barisan ketiga paling belakang. Kita mengamati kelas dan sekalian berkenalan dengan orang yang sudah berada lebih dahulu ada didalam nya.
“Teh, ini kelas IAT-A kan yah?’ tanya Myra.
“Iya, ini kelas IAT-A ko. Kamu siapa namanya?” tanya seorang perempuan yang mengenakan kerudung biru sedikit tua itu.
“Nama saya Myrandia Virranza. Kamu?” tanya Myra.
“Nama saya Wynne Callista..” ucap nya?
“Wynne Callista? Tapi dipanggilnya Wynne kan?” tanya ku memastikan
“Iyah. Emang kenapa?” tanya Wynne
“Soalnya, nama aku Callysta Putri Adelina, hehehe” jawab ku seraya terkekeh kecil.
“Oh gituu. Ini satu lagi siapa?” tanya Wynne seraya menunjuk Elvina.
“Oh iya, dia Elvina..” ucap ku.
“Hai, aku Elvina Nadira biasa di panggil sayang..” ucap Elvina memperkenalkan diri, dan membuat ruangan kelas tertawa renyah.
“Bisa aja kamu, Elvina..” ucap Myra tertawa.
“Gimana kalo kita selfie dulu, hehehe hari pertama masuk kampus gitu..” usul Wynne.
“Nih, pake handphone aku aja..” ucap ku seraya memberikan smartphone ku pada Wynne.
Cheerrs
“Coba dong, dari Elvina..” usul Wynne.
“Sini-sini coba aku yang megang..” ucap Elvina.
Cheerrs
“Eh, kira-kira bakal ada dosen gak yah?” tanya ku.
“Gak deh kayaknya mah. Sekarang khusus buat perkenalan di dalam kelas kali yah?” jawab Myra.
“Bisa jadi tuh..” ucap ku.
“Mending kita tentuin buat pengurus kelas aja yuk!” seru seorang lelaki.
“Eh, ntar dulu. Kita kenalan dulu sekelas yah! Kan belum semuanya kenal..” ucap Wynne.
“Ya sudah kita kenal masing-masing deh, dari nama, asal sekolah, sama dari daerah mana. Cukup kan? Abis itu catat pin bbm dan nomor whatsapp buat bikin grup kelas..” usul ku.
“Naah, setuju tuhh..” ucap Mryra.
“Yuk, dimulai dari cewek yang depan..” ucapku.
Perkenalan dimulai dari  perempuan paling depan hingga akhir. Kemudian setelah berkumpul semuan kontak anak kelas, giliran aku yang buat grup whatsapp. Karena grup bbm akan dibuat oleh salah satu dari pihak lelaki.
“Nah, untuk kepengurusan kelas bisa besok hari atau kita adain rapat online..” usul ku lagi.
 Usai perkenalan di kelas, kami sekelas sepakat untuk pulang lebih awal daripada yang lainnya. Namun, entah mengapa aku merasa lebih nyaman di kampus. Terlebih mempunyai teman baru seperti mereka, dan tentunya teman-teman baru di kelas IAT-A.
Dan keesokan harinya, kami berrencana ingin memilih KOSMA (Komisiriat Mahasiswa) beserta jajarannya. Bahkan, semalam entah darimana aku berniat sekali untuk menjadi bendahara kelas. Sekaligus untuk melatih keuangan ku. Dan para calon dari kosma kelas A adalah Ahmad Saepudin, Lukman Nul Hakim, Anton Wijaya Kusuma, Untany Syarifullah. Sebelum pemilihan suara, para calon tersebut di persilahkan untuk menyampaikan visi dan misinya. Dan akhirnya yang terpilih adalah Lukman Nul Hakim sebagai kosma, Ahmad Saepudin sebagai wakosma, Aku dan Laelatul Fitri sebagai bendahara I dan II, Wynne Callista dan Kartini sebagai sekertaris I dan II.
Mulai sekarang, kelas IAT-A akan selalu siap untuk berkerjasama dalam kondisi apapun. Kedepannya, aku berharap kelas ini bisa lebih baik dari kelas yang lain, dan semester yang lain. Aku dan ketiga sahabat ku selalu menyebut diri kami adalah CEMIWIW. Entah darimana, sejak kapan, dan siapa yang menyebut kata itu. Yang terpenting, aku nyaman dan mereka juga nyaman. Semoga kedepannya juga, kami berempat selalu kompak, selalu terbuka, dan segala-galanya.
Aku bahagia!!
Sudah hampir setengah semester kami menjalani kehidupan sebagai mahasiswa baru. Hari ini, tiba-tiba saja ada perwakilan dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) masuk kedalam kelas kami untuk memberitahukan soal TMB (Ta’aruf Mahasiswa Baru) yang semacam osjur atau ospek jurusan.
“In Syaa Allah acaranya akan di laksanakan pada tanggal 30 September sampai 2 Oktober. Untuk administrasinya sebesar seratus ribu rupiah, bisa di koordinir oleh bendaharanya atas pengawasan kosma yah..” ucap Kak Ambari selaku ketua pelaksan TMB.
“Mungkin segini aja yah, nanti Teteh minta nomor handphone bendaharanya biar bisa Teteh hubungi lagi..” ucap Teh Iha.
“Nomor Teteh aja, biar nanti kita yang hubungi Teteh..” usul Laelatul Fitri.
“Oh, boleh ko..” ucap Teh Iha seraya menyerahkan beberapa deret nomor handphone nya kepada Laelatul Fitri.
“Makasih yah, Teteh harap kelas A ini ikut semua..”
“Aaamiin..” ucap kami serempak.
“Do’ain aja Teh, biar rezeki orang tua kita lancar..” celetuk Putri.
“Iyah, Aaamiin. Kalau begitu Teteh dan kakak-kakak yang disini pamit yah. Terima kasih, wassalamu’alikum..”
“Wa’alaikumsalam..” ucap kami.
“Jadi gimana? Mau di siapa?” tanya Lukman.
“Di Callysta aja..” ucap Laelatul Fitri.
“Gimana? Siap gak?” tanya Lukman kepada ku.
“In Syaa Allah..” ucap ku mengangguk.
Inilah tugas pertama ku menjadi bendahara kelas, semoga aku bisa menjaga amanahnya, Aaamiin.
Dari sejak itu lah, terkadang aku merasa repot dan sibuk sendiri untuk mengurusi TMB. Untungnya, setiap uang tersebut lebih dari tiga ratus ribu rupiah bisa langsung di setorkan oleh Teh Iha. Terlebih, bulan Oktober nanti lagi sibuk-sibuknya UTS.
Aku berharap, kedepannya bisa menjadi mahasiswa yang aktif. Dan aku sudah merencanakan dengan Elvina untuk bergabung dengan HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang) karena memang kami berdua berasal dari Kota Tangerang. Mudah-mudahan menjadi suatu perkumpulan kekeluargaan yang memang dari banyak daerah di Kota Tangerang.
BERSAMBUNG...

Komentar